
Profil
Biografi Pendiri
Mengenal KH. Abdul Bashir Muchtar, MA., Al-Hafidz dan jalur sanad keilmuan Al-Furqon Tulis
Kualitas pendidikan pesantren sangat ditentukan oleh siapa gurunya. Di Al-Furqon Tulis, kami menjaga kemurnian ilmu melalui jalur sanad (mata rantai keilmuan) yang jelas, tersambung (muttasil) kepada para ulama besar Nusantara, Timur Tengah, hingga Rasulullah SAW.

Pendiri
KH. Abdul Bashir Muchtar, MA., Al-Hafidz
(Lahir: 15 Desember 1954 – Wafat: 22 November 2022)
Abah KH. Abdul Bashir Muchtar lahir dari keluarga pejuang yang mewarisi darah juang dan cinta ilmu.
Ayahanda: Kiai Muchtar bin Hasan (seorang Kiai di Pancur, Mayong, Jepara sekaligus tentara pejuang kemerdekaan RI).
Ibunda: Nyai Masruroh.
Riwayat Pendidikan & Sanad
Perjalanan Keilmuan Sang Pendiri
- 1954 – 1970
Masa Kecil & Pendidikan Awal
Lahir dan tumbuh dalam didikan disiplin militer sang ayah. Memulai pendidikan dasar setoran Al-Qur'an bin nadzri 30 juz langsung kepada Ayahanda, serta mengaji kepada ulama lokal Jawa Tengah seperti Kiai Muslim Robayan (santri Kiai Hasbullah Balekambang), Kiai Turmudzi Purwogondo (santri Mbah Ma'shum Lasem) dan menyimak bacaan Al-Qur'an 30 juz (qiro'at Al-Qur'an sama'an minhu) KH. Arwani Amin Kudus.
- 1971 – 1973
Pesantren Lirboyo, Kediri
Menimba ilmu di Madrasah Hidayatul Mubtadiin, Pesantren Lirboyo Kediri. Berguru kepada KH. Idris Marzuqi, KH. Anwar Manshur, & KH. Abdul Aziz. Mengaji Riyadhus Sholihin kepada KH. Idris Marzuqi dan mengaji Shohih Bukhori kepada Kiai Juwaini Pare (santri KH. Hasyim Asy'ari).
- 1974 – 1976
Berguru kepada Abuya Dimyati, Banten
Berguru kepada KH. Muhammad Dimyati Al-Bantani (Abuya Dimyati) di Pesantren Cidahu Raudhotul Ulum Banten. Menjadi santri pertama yang mengkhatamkan Al-Qur'an bil hifdzi (hafalan) 30 juz dan mendapatkan sanad Al-Qur'an. Serta mengaji kitab Ihya Ulumuddin, Sirojul Qori Syarh Syatibiyyah, Sab'atu Kutub Mufidah serta mendapat ijazah Dalail Khoirot bish Sholawat.
- 1977 – 1990
Makkah & Madinah
Berangkat ke Arab Saudi dengan modal nekat menjual tanah warisan demi ilmu. Di Makkah selama 2 tahun, berguru kepada Syeikh Sholeh Al-Qozaz, Darul Hadits al-Makkiyah (Mustawa I'dady), Jami'ah Islamiyah (Mustawa Aliyah) serta berguru juga kepada Al-'Allamah Musnidud Dunya Syeikh Muhammad Yasin bin Muhammad Isa al-Fadani al-Makki hingga mendapatkan ijazah berupa sanad kitab, musalsal dan wirid-wirid.
Di Madinah melanjutkan pendidikan S1 Universitas Islam Madinah, lulus dengan predikat Mumtaz (Cum Laude) Fakultas Kulliyatul Qur'an. Dibimbing langsung oleh Syeikh Sibawaih al-Mishriy, Syeikh Abdur Rofi'i al-Mishriy, Syeikh Muhammad Salim al-Mishriy, Syeikh Abdullah al-Mursafi al-Mishriy, Syeikh Abdul Aziz bin Abdul Fatah (Syeikhul Maqari Bi Diyar al-Mishriyyah), dan Syeikh Abdul Fatah bin Abdul Ghoni al-Qodhi (penulis kitab Al-Wafi Syarh Matn asy-Syatibiyyah). Beliau belajar Qiro'at Sab'ah, Nadzm asy-Syatibiyyah, Tafsir Fathul Qodir Lisy Syaukani, Alfiyah Ibnu Malik, dll. Melanjutkan program Magister S2 Universitas Islam Madinah jurusan Tafsir dengan beasiswa prestasi.
- 1991 – 1992
Kembali ke Tanah Air
Pulang ke Indonesia membawa ratusan kitab seharga emas. Membangun pesantren yang berawal dari hanya ada ratusan sepeda santri non-mukim parkir di depan ndalem.
Mei 1992: Resmi mendirikan Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis dan MTs Manbaul Ulum di atas tanah wakaf, meski harus berperan ganda sebagai pengasuh sekaligus penyandang dana.
- 1993 – 2021
Mengabdi & Mendidik
Menolak berbagai tawaran jabatan politik demi fokus mendidik santri. Beliau aktif mengajar di INISNU Jepara dan Madrasah NU Banat Kudus, dengan rutinitas yang selalu beliau lakukan yaitu mudzakarah kitab di perpustakaan pribadi dan istiqomah shalat malam.
- 2022
Husnul Khotimah
Di akhir hidupnya, beliau berpuasa dan berdzikir sejak subuh hingga pagi pukul 08.00 WIB, kemudian berbuka dengan air Zam-zam yang diminum dalam tiga siklus; 11x membaca Basmalah, 11x Shalawat, kemudian berdo'a. Lalu dalam satu tarikan nafas membaca kalimat Tauhid dan menghembuskan nafas terakhirnya di malam Jum'at. Esoknya, pada 25 November 2022 bertepatan Hari Guru Nasional, beliau dimakamkan di Pondok Pesantren Al-Furqon Tulis 2.
Kisah Lengkap Sang Pendiri
Simak perjalanan hidup, dedikasi, dan visi besar KH. Abdul Bashir Muchtar dalam artikel lengkap.

